Tampilkan postingan dengan label MOTO GP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOTO GP. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juli 2011

Honda Ultimatum Elias


SUGENGBOGEL ,Dari markas besar LCR Honda, Toni Elias menerima peringatan tegas untuk dapat mencapai target. Sejumlah hasil buruk mulai membuat Honda gerah dan memberikan peringatan dalam tiga seri kedepan untuknya menggapai target 10 besar.

Ya, LCR Honda sebelumnya memberi target pada Elias untuk masuk tiga besar sampai akhir musim ini. Namun sampai sekarang, Elias yang kerap meraih hasil negatif hanya mampu bertengger di posisi ke-13 dengan 35 poin.

Sebagaimana dilansir Crash,net, Kamis (7/7/2011), LCR Honda memberi ultimatum tegas baginya untuk meriah poin positif di tiga seri MotoGP kedepan dan jika sampai di Brno dia belum naik ke posisi 10 besar di klasemen, niscaya takkan ada MotoGP India baginya.

Padahal sebelumnya, LCR Honda merekrutnya saat Elias masih berjaya di Moto2 dan saat itu Hoda yakin Elias akan bersinar jika naik kelas ke MotoGP. Namun serangkaian hasil buruk di delapan seri yang dijalani, posisi terbaik Elias hanya finis di urutan ke-8, tepatnya saat seri GP Inggris.

Hubungan Elias dengan tim teknik juga sedang buruk, menyusul perbedaan prinsip dirinya dengan tim mengenai settingan motornya pada GP Italia lalu, padahal Elias perlu tim yang solid jelang GP Jerman akhir pekan ini.

“Seri Mugello merupakan bencana bagi kami semua. Toni telah emnyadari semua telah berjalan dengan tidak benar,” ungkap Oscar Haro, juru bicara LCR.

“Di seri Sachsenring nanti, kami akan mencoba mencari solusi tentang settingan motor dan kru serta kepala teknik kami, dan juga Toni harus memperbaiki ini semua. Kami akan mengusahakan RD212V kami untuk bisa super-kompetitif nantinya,” tutup Haro

Pedrosa Tak Mau Salami Simoncelli?


SUGENGBOGEL ,Ketegangan antara Dani Pedrosa dan Marco Simoncelli ternyata masih berlanjut. Bahkan, Pedrosa dikabarkan menolak bersalaman Simoncelli pada saat balapan di MotoGP Italia, pekan lalu.

Seperti diketahui, Pedrosa baru kembali menggeber motor di Sirkuit Migello, pekan lalu. Ternyata, pembalap yang akrab disapa Pedrito itu masih sakit hati terhadap insiden yang mekibatkannya dengan Simoncelli pada balapan di Le Mans beberapa waktu silam.

Kendati Simoncelli sudah menyesali perbuatannya itu, tapi Pedrito seperti belum mau memaafkan sang rival. Terbukti, dalam sebuah tayangan video terlihat Pedrito tak mau menyalami Super Sic, sapaan akrab Simoncelli.

Kejadian itu juga dilihat oleh Casey Stoner dan Ben Spies, yang hadir dalam acara jumpa pers menjelang balapan MotoGP Italia. Lantas, apa pendapat mereka mengenai Pedrito menolak berdamai dengan Super Sic?

"Saya rasa alasan Pedrosa tak mau salami Simoncelli karena dia tidak mau mengaku salah. Saya rasa seandainya Simoncelli mengaku salah, maka Pedrosa akan menerimanya. Tapi, Simoncelli mengatakan itu bukan salahnya, jadi saya mengerti reaksi Pedrosa," komentar Stoner dikutip MCN, Kamis (7/7/2011).

Spies juga mencoba mengutarakan pertikaian antara Pedrito dengan Super Sic. Spies mengaku mengerti bagaimana perasaan Pedrito. Menurut pembalap asal Amerika ini, Simoncelli membalap tanpa menggunakan hati dan dia menggeber motor dengan sengit.

"Saya rasa Simoncelli sadar sudah membuat kesalahan dan mendapatkan kritikan pedas atas insiden itu. Jadi, saya mengerti kenapa Pedrosa sangat kesal. Saya tidak berada disisi siapapun, tapi saya mengerti kenapa sejumlah orang sangat kesal atas insiden itu," tandas bintang Yamaha itu.

(hmr)

Stoner Jelaskan Pertengkarannya dengan Karel Abraham


SUGENGBOGEL ,Casey Stoner sempat terlibat pertengkaran kecil dengan Karel Abraham pada sesi tes di Mugello, Senin kemarin. Kini, keduanya tengah mencari jalan tengah untuk menyelesaikan permasalahannya.

Stoner, yang berhasil menorehkan rekor baru di Mugello dengan catatan 1 menit 47.326 detik, sempat terlibat insiden tabrakan dengan Abraham di awal sesi (pagi hari). Insiden ini sendiri bermula saat keduanya memasuki tikungan terakhir, dimana Stoner menuding pembalap pendatang baru yang Membela tim Cardion Ducati itu dengan sengaja menutup racing line, sehingga ia gagal mencatatkan waktu terbaik.

Setelah berhasil melewati Abraham, Stoner yang masih kesal membalasnya di tikungan pertama. Pembalap Australia ini sengaja memperlambat laju motornya dan balik menutup racing line Abraham. Alhasil, kedua pembalap ini pun sempat bertabrakan, namun untungnya motor hanya mengalami kerusakan kecil sehingga keduanya bisa melanjutkan sesi uji coba terakhir di kelas 800cc ini.

Usai kejadian tersebut, Abraham yang emosi langsung mendatangi garasi tim Repsol Honda dan meluapkan amarahnya kepada Stoner. Tak terima disalahkan, Stoner pun balas mengecam, sehingga keduanya sempat terlibat pertengkaran kecil.

“Jujur, saya sedikit kecewa karena saya cukup terkesan dengan apa yang telah dilakukannya sepanjang musim ini,” ungkap Stoner mengomentari penampilan pembalap asal Republik Ceska tersebut.

“Saya juga tidak mengharapkan ini terjadi dan dia juga membalap dengan cukup baik. Tapi memang, sejak akhir pekan kemarin, dia (Abraham) selalu melihat ke belakang, dan saat dia melihat saya datang, dia mulai menekan gas dan menutup racing line, sehingga saya tidak bisa berbuat banyak,” sambungnya dikutip MCN, Rabu (6/7/2011).

“Saya pun harus mengambil jalur yang berbeda dan dalam sesi uji coba, Anda seharusnya memberikan setiap orang ruang, karena kita di sini bukan untuk mendapatkan catatan waktu tercepat, kita hanya menguji motor,” imbuh juara dunia 2007 itu.

“Saat saya berusaha memasuki tikungan terakhir, lalu dia berada di racing line dimana saya ingin melaluinya. Saya tidak senang dengan tindakannya itu,” lanjut Stoner menjelaskan kronologis insiden.

“Jadi, saat saya menutup gas saat keluar dari tikungan pertama, dia mulai marah dengan saya dan saya tidak suka itu, karena justru dialah orang yang sebelumnya mencoba mengambil keuntungan dari saya dan tidak mau memberikan keuntungan buat saya,” keluhnya.

Meski kecewa, namun Stoner mencoba bersikap dewasa dengan menyatakan siap menyelesaikan permasalahnya dengan Abraham, sehingga tidak ada dendam tersisa saat kedua turun pada MotoGP Jerman, 17 Juli mendatang.

“Memang saya sedikit kecewa, tapi kemungkinan besar saya akan menemui dan berbicara dengannya di Sachsenring, untuk menyelesaikan permasalahan ini dan mencairkan situasi,” pungkas pimpinan klasemen sementara musim ini.

Dovi: Saya Mampu Saingi Lorenzo & Stoner


SUGENGBOGEL ,Andrea Dovizioso mulai menunjukkan kapasitasnya sebagai pembalap tangguh di musim ini. Meski masih berada di bawah bayang-bayang dua rekan setimnya, Casey Stoner dan Dani Pedrosa, namun Dovi meyakini dirinya cukup punya kualitas untuk membantu Repsol Honda bersaing merebut titel juara musim ini.

Kepercayaan diri tinggi Dovi tak lepas dari kesuksesannya merebut podium ketiganya secara beruntun, mulai dari seri Silverstone (GP Inggris), Assen (Belanda) dan terakhir pada seri kandang di Mugello, Italia, di mana dirinya sukses naik podium dua. Dengan hasil apik yang ditorehkannya di tiga seri terakhir itu, Dovi pun meyakini dirinya bisa bersaing dengan dua kandidat kuat juara musim ini, Casey Stoner ataupun Jorge Lorenzo dari Yamaha Racing Team.

“Kami bisa bertarung untuk merebut gelar juara. Setelah Mugello, saya pikir setiap orang melihat potensi kami dan normalnya, menurut saya trek ini tidak cukup baik. Jadi, bisa dibilang kami berhasil melewati akhir pekan dengan sempurna,” ujar Dovi usai mencatatkan waktu tercepat ketiga pada sesi latihan di Mugello, Senin, kemarin.

Menilik perolehan poin di klasemen sementara pembalap, peluang Dovi untuk bisa bersaing merebut gelar juara dunia musim ini masih sangat terbuka. Saat ini, pembalap 25 tahun ini nangkring di peringkat tiga klasemen dengan 119 poin. Dovi terpaut 14 angka dari runner-up sementara, Lorenzo dan tertinggal 33 poin dari rekan setimnya, Stoner yang untuk sementara bercokol di puncak klasemen.

“Saya cukup tangguh pada saat balapan, namun Jorge (Lorenzo) sedikit lebih cepat dari saya, terutama saat masuk tikungan dan itu memudahkannya untuk melahap tikungan dengan cepat. Tapi, tak ada yang menduga kami bisa berada di posisi ini dan alasan lainnya, karena kami selalu bekerja keras dan di setiap balapan saya selalu dapat poin bagus,” sambungnya dikutip MCN, Rabu (7/7/2011).

“Kami tim yang kuat, meskipun masih butuh pengembangan. Karena, untuk bertarung dengan Jorge dan Casey (merebut gelar juara) bukan perkara mudah dan mengikis poin dengan mereka juga sangat sulit. Tapi, saya yakin kami bisa melakukannya dan kita lihat saja nanti hasilnya,” pungkasnya seraya menegaskan kesiapannya bertarung merebut kemenangan di GP Sachsenring, Jerman, 17 Juli mendatang.

Selasa, 05 Juli 2011

Pramac Cari Pengganti Capirossi


SUGENGBOGEL , Pembalap Moto2, Andrea Iannone bersiap menjalani tes di Mugello dengan tim Pramac Ducati. Bersamaan dengan Sylvain Guintoli, Iannone akan menjalani sejumlah rangkaian tes. Disinyalir, tes ini merupakan persiapan Pramac untuk menggaet Iannone tahun depan.

Ya, Guintoli yang pada seri Mugello lalu menggantikan posisi Loris Capirossi yang cedera akan kembali menjalani tes. Capirex, julukan Capirossi, takkan bisa menunggangi Desmosedici GP11 untuk dua seri kedepan, GP Jerman dan GP Amerika Serikat.

Pramac Ducati juga mengajak Iannone, pembalap Speed Master ini untuk menjajal GP11 Ducati agar tidak ‘kaget’ jika memang Pramac akan merekrutnya tahun depan untuk gantikan Loris Capirossi yang mulai termakan usia atau Randy de Puniet yang tak maksimal tahun ini.

Performa Iannone sendiri sebenarnya tak terlalu konsisten. Setelah naik podium dua kali di GP Qatar dan GP Spanyol, Iannone tampil tak stabil. Bahkan penampilan terburuknya terjadi saat GP Inggris dimana pembalap kelahiran Vasto itu hanya mampu finis di urutan ke 16.

Namun bos Pramac, Paolo Campinoti berpendapa Iannone akan sukses jika naik kelas ke MotoGP, karena itu dia ingin Iannone terbiasa dengan kelas MotoGP melalui serangkaian tes sore ini.

“Kami akan menyambut Andrea Iannone, yang akan melakukan beberapa tes dengan motor kami supaya dia terbiasa dengan kelas MotoGP,” ucap Campinoti sebagaimana dilansir Crash.net, Senin (4/7/2011).

Blunder Edwards, Salah Pilih Ban


SUGENGBOGEL , Mengawali start dari posisi keenam, posisi Colin Edwards malah melorot dan finis di urutan kesembilan. Alasannya, Edwards mengakui dia salah memilih ban dan mengalami kesulitan saat jalannya lomba.

Seri Mugello kemarin nampaknya memang bukan ‘harinya’ tim Yamaha Tech 3. Berbeda dengan tim Yamaha lainnya yang menahbiskan Jorge Lorenzo sebagai jawara Mugello. Karena selain Edwards salah pilih ban, reksn sati timnya, terpaksa harus ‘minggir’ ke pit stop karena masih merasa cedera bahunya belum pulih dan tak ingin paksakan diri.

Ya, pemilihan ban merupakan blunder tim dan Edwards pada race kemarin, Edwards tak memiliki daya cengkeram dan tak bisa tampil maksimal sesuai targetnya untuk finis di lima besar.

“Lomba kemarin cukup sulit bagi saya. Masalahnya kami salah memilih tipe ban, tapi sebelumnya memang sulit untuk memutuskan pilihan ban. Saya merasa yakin pada dua tipe ban namun saya lebih merasa lebih baik jika memakai ban soft,” tutur Edwards sebagaimana dilansir Stayontheblack, Senin (4/7/2011).

“Kami kesulitan memilih ban dalam cuaca panas seperti kemarin karena saat kualifikasi cuacanya sungguh berbeda dari lomba kemarin,” tambahnya.

“Dengan suhu trek yang tinggi seperti itu,s aya tak merasakan daya cengkeram yang saya harapkan pada awalnya. Dan keadaan itu tak berubah sampai akhir lomba. Jadinya saya tak bisa maksimalkan performa saya karena tak ada daya cengkeram sejak awal lomba,” tandas pembalap berusia 37 tahun ini.

“Finis di sepuluh besar bukanlah target saya, jadi kami akan terus berusaha dan berharap untuk hasil yang lebih baik di Sachsenring nanti,” tutup Edwards.

MotoGP Italia 2011 Lorenzo Merajai Podium Mugello


SUGENGBOGEL ,Mengawali start dari posisi kelima, Jorge Lorenzo melakukan come back yang luar biasa dengan menjadi yang tercepat di Mugello, Minggu malam (3/7/2011), sekaligus mematahkan dominasi Casey Stoner yang mendominasi jalannya lomba sejak lap pertama.

Sejak lap pertama Lorenzo terus berusaha merangkak ke posisi ketiga pada tikungan pertama dan selalu menjadi lawan Andrea Dovizioso. Sejak awal lomba Dovi dan Lorenzo kerap bergantian saling melakukan overtake, sampai akhirnya Lorenzo dapat melepaskan diri dari tekanan Dovi.

Berikut hasil lengkap MotoGP Italia 2011:

1. Jorge Lorenzo Yamaha Factory Racing Lap 23
2. Andrea Dovizioso Repsol Honda Team +0.997
3. Casey Stoner Repsol Honda Team +1.143
4. Ben SpiesYamaha Factory Racing +8.980
5. Marco Simoncelli .San Carlo Honda Gresini +9.076
6. Valentino Rossi Ducati Team +26.450
7. Hector Barbera Mapfre Aspar Team MotoGP +28.745
8. Dani Pedrosa Repsol Honda Team +32.043
9. Colin Edwards Monster Yamaha Tech 3+33.421
10. Nicky Hayden. Ducati Team +34.724
11. Hiroshi Aoyama San Carlo Honda Gresini +37.359
12. Karel Abraham Cardion AB Motoracing +43.964
13. Alvaro Bautsita Rizla Suzuki MotoGP +47.654


Jalannya lomba mulai menegangkan di lap ke 16 dimana Lorenzo mulai medekat pada posisi Stoner yang menguasai jalannya race sejak lap pertama. Semakin seru saat Lorenzo berhasil menyalip Stoner di lap ke-17 dan Lorenzo berhasil pertahankan posisinya sebagai yang terdepan.

Sementara di akhir-akhir lap, posisi Stoner malah merosot dan lagi-lagi disalip, kali ini oleh tandemnya di tom Honda, Andrea Dovizioso di lap terakhir.

Lorenzo akhirnya menjadi penakluk Mugello musim ini, disusul Dovi di posisi kedua, tertinggal 0,997 detik dari Lorenzo. Sementara Stoner harus puas menempati posisi ketiga, tertinggal 1,143 detik dari sang jawara.

Sementara, sang idola fans Italia, Valentino Rossi yang mengawali lomba dari posisi ke-12 mampu merangkak naik dan akhirnya finis di posisi keenam.

Jumat, 01 Juli 2011

Free Practice II Dovi Tercepat, Simoncelli Menyingkir


SUGENGBOGEL.CO.CC ,Andrea Dovizioso menjadi yang tercepat di free practice II seri Mugello, Jumat (1/7/2011) sore. Pembalap Repsol Honda ini mencatatkan waktu 1:49.272 detik atau lebih lambat 0.285 detik dari Simoncelli, jawara di latihan bebas pertama.

Dovi 2.665 detik lebih cepat dari pembalap LCR Toni Elias di posisi kedua. Sedangkan pembalap Ducati Valentino Rossi menguntit di posisi ketiga, tertinggal 3.278 detik di belakang Dovizioso.

Dalam sesi latihan bebas yang diwarnai hujan kali ini hanya 12 pembalap dari 16 rider yang menyelesaikan sesi, sementara sisanya tidak bisa melahap sirkuit karena kondisi trek tidak sesuai dengan setingan motor.

Pembalap Honda Gresini Marco Simoncelli, pembalap Repsol Honda Casey Stoner, pembalap Yamaha Racing Team Jorge Lorenzo dan pembalap Repsol Honda Dani Pedrosa termasuk yang tidak ikut dalam sesi latihan bebas kedua ini.

Rabu, 29 Juni 2011

Elias Harap Cuaca Bersahabat di Mugello


Hujan mewarnai MotoGP Belanda akhir pekan lalu, sepanjang sesi latihan bebas hingga menjelang balapan digelar. Tak heran, jika pembalap LCR Honda Toni Elias mengharapkan cuaca yang bersahabat di Sirkuit Mugello, Italia, akhir pekan nanti.

Sepanjang tujuh seri musim 2011, Elias belum sekalipun mencicipi podium. Di Sirkuit Assen akhir pekan lalu, pembalap berkebangsaan Spanyol start dari posisi 16 dan mengakhiri balapan di urutan 10.

Kini, Elias hanya menempati peringkat 12 klasemen pembalap lantaran baru mengoleksi 34 poin. Menyongsong balapan akhir pekan nanti, pembalap 28 tahun sangat berharap cuaca yang cukup bersahabat di Sirkuit Mugello.

“Seperti yang sering saya katakan, posisi ini bukan yang saya impikan. Tapi mengingat masalah pada cengkraman belakang dan kondisi aspal yang sulit, saya sangat puas dengan balapan ini,” ujar Elias, seraya enggan menyesali hasil di Sirkuit Assen.

“Tiba-tiba, (Karel) Abraham terjatuh di depan saya dan saya sangat berisiko menabraknya. Jadi, saya kehilangan beberapa detik saat itu. Jika trek akan basah, maka saya bisa berusaha untuk meraih hasil lebih baik. Tapi, saya tidak bisa mengeluhkannya saat ini,” paparnya.

“Masih banyak yang harus kami sesuaikan dalam lintasan kering. Jadi, kami harus menunggu cuaca seperti apa yang akan terjadi di Mugello,” tegas Elias, seperti dilansir Motogp.com, Selasa (28/6/2011).

Pujian Bridgstone untuk Ben Spies


Kemenangan Ben Spies di MotoGP Belanda, akhir pekan lalu, tentunya memuaskan pihak Yamaha Racing sebagai tim yang menaunginya. Pujian pun turut mengalir dari penyuplai tunggal ban MotoGP, Bridgestone.

Secara mengejutkan, Spies sukses menaklukkan Sirkuit Assen dan menjadi yang tercepat mengakhiri balapan. Sementara itu, rekan timnya yang juga juara bertahan, Jorge Lorenzo tercecer di urutan enam lantaran terjatuh setelah tabrakan dengan Marco Simoncelli.

Ya, ini merupakan podium teratas pertama yang diraih Spies, sejak debutnya di MotoGP bersama Yamaha Tech 3 pada musim 2010. Terlebih, kemenangan pembalap asal Amerika Serikat bertepatan dengan perayaan ulang tahun Yamaha ke-50.

“Kemenangan fantastis untuk Ben, terutama sepanjang perayaan hari jadi Yamaha ke-50. Saya ucapkan selamat pada timnya dan Yamaha atas performa mereka,” ujar Hiroshi Yamada, Manajer Departemen Motosport Bridgestone, dikutip dari Motogp.com, Selasa (28/6/2011).

“Dia menjadi pembalap ke-10 yang menjuarai kelas utama dengan ban Bridgestone. Kami senang sekali memiliki juara baru dalam gelaran MotoGP. Akhir pekan yang cukup sulit bagi para pembalap, tapi untuk ban kami juga,” paparnya.

“Sepanjang musim ini, temperatur saat balapan tampaknya tidak terlalu signifikan dibanding tahun lalu. Dengan turunnya hujan selama tiga hari terakhir, maka kondisi lintasan sangat licin. Jadi, banyak pembalap yang menggunakan ban lebih lembut,” tutup Yamada.

Pedrosa Pastikan Comeback di Mugello

Jelang MotoGP Italia 2011
Pedrosa Pastikan Comeback di Mugello

Dani Pedrosa sudah merasa sudah cukup fit untuk ikut balapan di Sirkuit Mugello. Oleh sebab itu, bintang Repsol Honda memutuskan untuk balapan di MotoGP Italia, akhir pekan nanti.

Seperti diketahui, pembalap yang pernah menjadi juara di kelas 250cc itu mengalami cedera tulang selangka ketika terjatuh dalam balapan di Le Mans, Mei lalu. Dia membutuhkan sejumlah operasi untuk menyembuhkan luka itu.

Praktis, musim ini Pedrosa sudah tiga kali absen balapan. Pasalnya, pembalap asal Spanyol memutuskan untuk tidak tampil di MotoGP Barcelona, Inggris dan Belanda, karena cedera yang dialaminya tersebut.

Saat ini, Pedrosa harus puas berada di peringkat enam klasemen sementara pembalap MotoGP. Dia baru mengumpulkan total 61 poin setelah tujuh seri musim ini. Puncak klasemen di tempati rekan timnya Casey Stoner (136 poin) dan disusul juara bertahan Jorge Lorenzo.

Kini Pedrosa siap kembali ke lintasan. "Saya menanti sekira satu pekan untuk bisa menulis di blog saya, untuk mengatakan saya akan kembali ke kompetisi dan hari ini paling tidak saya bisa melakukannya," kata Pedrosa seperti dilansir Reuters, Selasa (28/6/2011).

"Seperti yang saya katakan pada pekan lalu, Mugello memang menjadi target saya dan itu yang saya pikirkan sekarang. Saya akan ke Italia, tak sabar untuk segera mengendarai motor lagi, untuk merasakannya dan berkompetisi lagi," tandasnya.

INFORINDO

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 

SELEB INDO

SELEB ASIA

SELEB DUNIA

Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | ewa network review